Sunday, January 10, 2016

PENGERTIAN BESI



     Besi adalah unsure kimia dengan simbol Fe (dari bahasa latin : ferrum) dan nomor atom 26. Merupakan logam dalam deret transisi pertama. Ini adalah unsur paling umum di bumi berdasarkan massa, membentuk sebagian besar bagian inti luar dan dalam bumi. Besi adalah unsur keempat terbesar pada kerak bumi.
     Kelimpahannya dalam planet berbatu  seperti bumi karena melimpahnya produksi akibat reaksi fusi dalam bintang bermassa besar, di mana produksi nikel- 56 (yang meluruh menjadi isotop besi paling umum) adalah reaksi fusi nuklir terakhir yang bersifateksotermal. Akibatnya, nikel radioaktif adalah unsur terakhir yang diproduksi sebelum keruntuhan hebat supernova. Keruntuhan tersebut menghamburkan precursor radionuklida besi ke angkasa raya.
     Seperti unsur golongan 8 lainnya, besi berada pada rentang tingkat oksidasi yang lebar, −2 hingga +6, meskipun +2 dan +3 adalah yang paling banyak. Unsur besi terdapat dalam meteorit dan lingkungan rendah oksigen lainnya, tetapi reaktif dengan oksigen dan air. Permukaan besi segar nampak berkilau abu-abu keperakan, tetapi teroksidasi dalam udara normal menghasilkanbesi oksida hidrat, yang dikenal sebagai karat. Tidak seperti logam lain yang membentuk lapisan oksida pasivasi, oksida besi menempati lebih banyak tempat dari pada logamnya sendiri dan kemudian mengelupas, mengekspos permukaan segar untuk korosi.
     Logam besi telah digunakan sejak zaman purba, meskipunpanduan tembaga, yang memiliki titik lebur lebih rendah, yang digunakan lebih awal dalam sejarah manusia. Besi murni relatif lembut, tapi tidak bisa didapat melalui peleburan. Materi ini mengeras dan diperkuat secara signifikan oleh kotoran, karbon khususnya, dari proses peleburan. Dengan proporsi karbon tertentu (antara 0,002% dan 2,1%) menghasilkan baja, yang lebih keras dari besi murni, mungkin sampai 1000 kali. Logam besi mentah diproduksi di tanur tinggi, dimana bijih direduksi dengan batu bara menjadi pig iron, yang memiliki kandungan karbon tinggi. Pengolahan lebih lanjut dengan oksigen mengurangi kandungan karbon sehingga mencapai proporsi yang tepat untuk pembuatan baja. Baja dan panduan besi berkadar karbon rendah bersama dengan logam lain (baja paduan) sejauh ini merupakan logam yang paling umum digunakan oleh industri, karena lebarnya rentang sifat-sifat yang didapat dan kelimpahan batuan yang mengandung besi.
     Senyawa kimia besi memiliki banyak manfaat. Besi oksida dicampur dengan serbuk aluminium dapat dipantik untuk membuat reaksi termit, yang digunakan dalam pengelasan dan pemurnian bijih. Besi membentuk senyawa biner dengan halogen dan kalsogen. Senyawa organologamnya antara lain ferosen, senyawa sandwich pertama yang ditemukan.


(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Tuesday, January 5, 2016

DEFINISI BAJA RINGAN


Baja ringan adalah baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis, namun kekuatannya tidak kalah dari baja konvensional.Ada beberapa macam baja ringan yang terbagi berdasarkan nilai tegangan tariknya (tensile strength). Kemampuan tegangan tarik ini umumnya didasari pada fungsi akhir dari baja ringan tersebut. Contohnya untuk berbagai produk struktur seperti rangka atap baja ringan haruslah menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik tinggi (G550).Namun untuk berbagai produk home appliances misalnya, diperlukan baja ringan dengan tegangan tarik lebih rendah (G300, G250, dll) dan yang lebih lentur dan lunak sehingga lebih mudah dibentuk.Karna tingkat kualitas dan kuat tariknya tinggi, tak heran baja ringan lebih tipis dan ringan dibandingkan baja konvensional. Baja G550 bisa diartikan sebagai baja yang mempunyai kuat tarik 550MPa (Mega Pascal). Uji kualitas ini hanya dapat dibuktikan di laboratorium.

Untuk ketebalan baja ringan dipasaran Indonesia umumnya berkisar antara 0,2 - 1,0 mm. Variasi  ketebalan ini ditentukan oleh fungsi besar beban yang ditopang, dan ukuran bentangan baja itu sendiri. Dengan adanya variasi ketebalan yang ditentukan oleh faktor-faktor diatas, baja ringan memiliki tingkat efektivitas yang lebih baik. Baja ringan memang lebih tipis dibanding baja konvensional yang memiliki ketebalan 3mm atau lebih. Dengan ketipisannya, kita mungkin meragukan kekuatan material ini. Namun kita tidak perlu khawatir, kekuatannya sangat bisa diandalkan karna baja ringan terbuat dari baja bermutu tinggi. Masalah yang timbul karna ketipisan baja ringan adalah kurang kakunya struktur rangka baja itu sendiri dan disinilah pengaku (bracing) dibutuhkan.

Karna berbahan baja,maka baja ringan juga bisa berkarat, agar awet, tahan lama dan tidak mudah berkarat, baja ringan biasanya sudah dilapis anti karat. Ada dua jenis anti karat yang digunakan untuk melapis baja ringan yaitu ;
- Lapisan Zinc (Z) atau Seng. Lapisan ini kerap disebut Galvanis dengan bahan Seng.   Jumlah massa pelapis untuk lapisan anti karat ini bervariasi seperti, Z125, Z175, Z225, dimana angka-angka tersebut menunjukkan ketebalan lapisan dalam satuan gr/m2.
- Lapisan Aluminium dan Zinc (AZ).Lapisan ini tersusun atas Aluminium dan Seng. Sama seperti lapisan Z, lapisan ini juga memiliki jumlah massa pelapisan yang beragam seperti AZ50, AZ100, AZ150, AZ 200, dimana angka-angka juga menunjukkan ketebalan lapisan dalam satuan gr/m2.

PENGERTIAN GIPSUM DAN PLAFON

GIPSUM
(sumber  : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)

Kata gipsum berasal dari kata kerja dalam bahasa Yunani μαγειρεύω, yang artinya memasak. Disebut memasak karena di daerah Montmartre, Paris, pada beberapa abad yang lalu orang-orangnya membakar gipsum untuk berbagai keperluan, dan material tersebut kemudian disebat dengan plester dari Paris. Orang-orang di daerah ini juga menggunakan gipsum sebagai krim untuk kaki, sampo, dan sebagai produk perawatan rambut lainnya. Karena gipsum merupakan mineral yang tidak larut dalam air dalam waktu yang lama, sehingga gipsum jarang ditemui dalam bentuk butiran atau pasir. Tetapi ada suatu kejadian unik di White Sands National Monument, di negara bagian New Mexico, Amerika Serikat, terdapat 710 km² pasir gipsum putih yang cukup sebagai bahan baku untuk industri drywall selama 1000 tahun. Kristal gipsum terbesar dengan panjang lebih dari 10 meter pernah ditemukan di Naica, Chihuihua, Mexico. Gipsum banyak ditemukan di berbagai daerah di dunia, yaitu Jamaika, Iran, Thailand, Spanyol (penghasil gipsum terbesar di Eropa), Jerman, Italia, Inggris, Irlandia, Manitoba, Ontario, Canada, New York, Michigan, Indiana, Texas, Iowa, Kansas, Oklahoma, Arizona, New Mexico, Colorado, Utah, Nevada, Paris, California, New South Wales, Kalimantan, dan Jawa Barat.
Gipsum adalah salah satu contoh mineral dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya. Gipsum yang paling umum ditemukan adalah jenis hidrat kalsium sulfat dengan rumus kimia CaSO4.2H2O. Gipsum adalah salah satu dari beberapa mineral yang teruapkan. Contoh lain dari mineral-mineral tersebut adalah karbonat, borat, nitrat, dan sulfat. Mineral-mineral ini diendapkan di laut, danau, gua dan di lapian garam karena konsentrasi ion-ion oleh penguapan. Ketika air panas atau air memiliki kadar garam yang tinggi, gipsum berubah menjadi basanit (CaSO4.H2O) atau juga menjadi anhidrit (CaSO4). Dalam keadaan seimbang, gipsum yang berada di atas suhu 108 °F atau 42 °C dalam air murni akan berubah menjadi anhidrit.


PLAFON / LANGIT - LANGIT


Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya. Plafond atau sering disebut juga langit-langit merupakan bidang atas bagian dalam dari ruangan bangunan (rumah). Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit bangunan. Pada dasarnya plafon dibuat dengan maksud untuk mencegah cuaca panas atau dingin agar tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap. Namun demikian dewasa ini plafon tidak lagi hanya sekedar penghambat panas atau dingin, melainkan juga sebagai hiasan yang akan lebih mempercantik interior suatu bangunan. Plafon biasanya dibuat dengan ketinggian tertentu. Namun sebagai variasi ada juga yang dibuat tidak selalu rata. Variasi tersebut dikenal sebagai plafond drop ceiling. Plafon dibuat lebih tinggi dari yang lain.

PENGERTIAN BAJA


Baja adalah logam paduan, logam besi sebagai unsur dasar dengan beberapa elemen lainnya, termasuk karbon. Kandungan unsur karbon dalam baja berkisar antara 0.2% hingga 2.1% berat sesuai grade-nya. Elemen berikut ini selalu ada dalam baja: karbon, mangan, fosfor, sulfur, silikon, dan sebagian kecil oksigen, nitrogen dan aluminium. Selain itu, ada elemen lain yang ditambahkan untuk membedakan karakteristik antara beberapa jenis baja diantaranya: mangan, nikel, krom, molybdenum, boron, titanium, vanadium dan niobium.[1] Dengan memvariasikan kandungan karbon dan unsur paduan lainnya, berbagai jenis kualitas baja bisa didapatkan. Fungsi karbon dalam baja adalah sebagai unsur pengeras dengan mencegah dislokasi bergeser pada kisi kristal (crystal lattice) atom besi. Baja karbon ini dikenal sebagai baja hitam karena berwarna hitam, banyak digunakan untuk peralatan pertanian misalnya sabit dan cangkul. Penambahan kandungan karbon pada baja dapat meningkatkan kekerasan (hardness) dan kekuatan tariknya (tensile strength), namun di sisi lain membuatnya menjadi getas (brittle) serta menurunkan keuletannya (ductility). Meskipun baja sebelumnya telah diproduksi oleh pandai besi selama ribuan tahun, penggunaannya menjadi semakin bertambah ketika metode produksi yang lebih efisien ditemukan pada abad ke-17. Dengan penemuan proses Bessemer di pertengahan abad ke-19, baja menjadi material produksi massal yang membuat harga produksinya menjadi lebih murah. Saat ini, baja merupakan salah satu material paling umum di dunia, dengan produksi lebih dari 1,3 miliar ton tiap tahunnya. Baja merupakan komponen utama pada bangunan, infrastruktur, kapal, mobil, mesin, perkakas, dan senjata. Baja modern secara umum diklasifikasikan berdasarkan kualitasnya oleh beberapa lembaga-lembaga standar. Baja merupakan salah satu material struktur selain beton yang sudah sangat  banyak diaplikasikan dalam kebutuhan konstruksi bangunan. Dalam mendesain struktur baja dipergunakan dua filosofi desain yaitu : desain tegangan kerja, yang diacu oleh American Institute of Steel Construction (AISC) sebagai Allowable Stress Design (ASD) yang telah menjadi filosofi utama selama 100 tahun terakhir.dan desain keadaan batas yang diacu oleh AISC sebagai Load and Resistance Factor Design (LRFD). Selama kurang lebih 20 tahun ini, desain struktural telah bergeser menuju prosedur desain yang lebih rasional dan berdasarkan pada probabilitas yang disebut sebagai desain “keadaan batas” (limit sates).  Metoda keadaan batas meliputi metode-metode yang umumnya disebut sebagai “desain kekuatan ultimit” (ultimate strength design), “desain kekuatan” (strength design), “desain plastik” (plastic design), “desain faktor beban” (load factor design), “desain batas” (limit design), dan sekarang “desain faktor resistensi dan beban (LRFD).Struktur dan batang-batang struktur harus memiliki kekuatan dan ketahanan yang cukup, sehingga dapat berfungsi selama umur layanan. Desain harus menyediakan cadangan kekuatan yang diperlukan untuk menanggung beban layanan, terutama terhadap kemungkinan kelebihan beban. Kelebihan beban dapat terjadi akibat perubahan fungsi struktur, terlalu rendahnya taksiran atas efek-efek beban karena penyederhanaan yang berlebihan dalam analisis srtukturalnya, atau akibat variasi-variasi dalam prosedur konstruksinya. Disamping itu harus ada cadangan terhadap kemungkinan mutu kekuatan material yang lebih rendah. Penyimpangan dalam dimensi batang, meskipun dalam batas toleransi yang masih dapat diterima, dapat mengakibatkan suatu batang memiliki kekuatan yang lebih rendah ketimbang yang telah diperhitungkan. Material (baja untuk elemen batang, baut dan las) mungkin saja memiliki kekuatan yang lebih kecil daripada yang digunakan dalam perhitungan desain. Suatu profil baja mungkin saja memiliki tegangan leleh dibawah harga minimum yang dispesifikasikan namun masih berada dalam batas-batas yang secara statistik masih dapat diterima.Apapun filosofinya, desain struktural harus memberikan keamanan yang cukup, baik terhadap kemungkinan kelebihan beban (overload) atau kekurangan kekuatan (understrength). Selama tiga puluh tahun terakhir ini, telah berkembang studi mengenai unsur-unsur yang menentukan keamanan struktural. Dorongan yang utama berasal dari keinginan untuk menyelidiki kemungkinan terjadinya “kegagalan” pada batang, penyambung, atau sistem dengan menggunakan berbagai metode probabilitas.Namun istilah “keadaan batas” lebih disukai ketimbang “kegagalan”. Keadaan batas berarti “kondisi-kondisi dimana suatu struktur berhenti memenuhi fungsi yang diharapkan darinya”. Keadaan batas pada umumnya dibagi menjadi dua kategori yaitu pertama kekuatan (strength) : merupakan fenomena-fenomena prilaku pada saat mencapai kekuatan daktail maksimum, tekukan, fatig, retakan, dan geseran, kedua kemampuan layanan (serviceability), menyangkut penggunaan bangunan, misalnya karena adanya defleksi, vibrasi, deformasi permanen dan rekahan.
Beban-beban yang bekerja maupun resistensi struktur terhadap beban merupakan variabel-variabel yang harus diperhitungkan. Pada umumnya hampir mustahil untuk melakukan analisis menyeluruh terhadap semua ketidakpastian yang mungkin akan mempengaruhi pencapaian “keadaan batas”.Secara umum persamaan untuk persyaratan keamanan dapat ditulis sebagai berikut :
fRn > SgiQi
dimana :
fRn = resistensi (kekuatan) dari komponen atau sistem. Harga nominal Rn dikalikan dengan faktor resistensi (reduksi kekuatan) f, untuk menda-patkan kekuatan desain, disebut kekuatan / resistensi yang dapat digunakan. Rn dapat berupa Momen Nominal Mn, atau Aksial Nominal Nn.
 SgiQi =  beban yang diharapkan akan ditanggung. Qi merupakan berbagai efek  beban seperti beban mati, beban hidup, beban gempa dan sebagainya dikalikan dengan faktor-faktor kelebihan beban gi untuk mendapatkan SgiQi dari beban-beban terfaktor. Juga dapat diartikan seagai gaya-gaya dalam Mu dan Nu akibat pembebanan yang ada.

Friday, December 18, 2015


PINTU ALUMINIUM + KACA + SUNBLAST


(PINTU ALUMINIUM SWING, PINTU ALUMINIUM SLIDING (PINTU GESER), PINTU ALUMINIUM ACP, PINTU ALUMINUM TEAKWOOD, PINTU ALUMINIUM SPANDREL (WC)























Wednesday, November 25, 2015

RANGKA ATAP BAJA RINGAN & KANOPI BAJA RINGAN


01. Proyek Baja Ringan Gedung Perpustakaan Sumber, Cirebon

02. Proyek Baja Ringan Proyek BajaSDN Cikedung, Sumber, Cirebon

03. Proyek Baja Ringan SMPN 2 Susukan, Tegal Gubug, Cirebon

04. Proyek Baja Ringan Perumahan Grand Duta Kemantren, Sumber, Cirebon

05. Proyek Baja Ringan Perumahan Graha Alwita, Majasem, Cirebon

06. Proyek Baja Ringan Perumahan Citra Green Garden

07. Proyek Baja Ringan Balai Desa di Kuningan

08. Proyek Baja Ringan Dinas Perkebunan dan Perikanan, Indramayu

09. Proyek Baja Ringan Perum Kalijaga Permai

10. Proyek Baja Ringan Perum Aulia regency

11. Proyek Baja Ringan Beberapa Rumah Tinggal

12. Proyek Baja Ringan Perum Graha Estetika

13. Proyek Baja Ringan SMK Muhammadiyah Budi Tresna

14. Proyek Baja Ringan SMPN 1 Tengah Tani

15. Proyek Baja Ringan SMPN 3 Palimanan

16. Proyek Baja Ringan Beberapa Masjid

17. Proyek Baja Ringan SMK TAMSIS Cirebon

18. Proyek Baja Ringan Kantor DISHUB

19. Proyek Baja Ringan SLB BUDI UTAMA

20. Proyek Baja Ringan Perum Taman Sumber Indah

21. Proyek Baja Ringan Puskesmas Lurah

22. Proyek Baja Ringan Puskesmas Kedaton Kapetakan

23. Proyek Baja Ringan Kantor PO Sahabat

24. Proyek Baja Ringan Gudang Pembenihan Bibit Kantor Pertanian Plumbon

25. Proyek Baja Ringan Gudang Bulog Arjawinangun

26. Proyek Baja Ringan Perumahan Mega Residence

27. Proyek Baja Ringan SMP 2 Ciledug

28. Proyek Baja Ringan SMPN 1 Ciwaringin

29. Proyek Baja Ringan SMAN 1 Anjatan Indramayu

30. Proyek Baja Ringan SMAN 1 Ciwaringin

31. Proyek Baja Ringan Perumahan Tambas

32. Proyek Baja Ringan Perumahan Kayuwalang

33. Proyek Baja Ringan Lapangan Futsal Argasunya

34. Proyek Baja Ringan Pasar Kanoman

35. Proyek Baja Ringan Griya Sunyaragi Permai

36. Proyek Baja Ringan Kantor Kepala Desa Panongan

37. Proyek Baja Ringan Alfamart Jatibarang

38. Proyek Baja Ringan Alfamart Subang

39. Proyek Baja Ringan Griya Assyifa

40. Puskesmas Cilukrak

41. Proyek Baja Ringan SMPN 2 Weru

42. Proyek Baja Ringan SMK Kedokan Bunder

43. Proyek Baja Ringan SMK Veteran

44. Proyek Baja Ringan Masjid Pelandakan

45. Proyek Baja Ringan Akbid Muhammadiyah

46. Proyek Baja Ringan Perum Griya Intan

47. Proyek Baja Ringan Ruko Cipto

48. Proyek Baja Ringan Perum Puri Taman Sari Majasem

49. Proyek Baja Ringan Gedung Serbaguna Beber

50. Proyek Baja Ringan Perum Galunggung

51. Proyek Baja Ringan Ponpes Al Hikmah Bobos

52. Proyek Baja Ringan STIKES MAHARDIKA

53. Proyek Baja Ringan STMIK IKMI

54. Proyek Baja Ringan Yayasan As Sunnah

Sunday, November 22, 2015

PLAFON GYPSUM,  PARTISI GYPSUM ( GYPROC & JAYABOARD ), PLAFON GRC DAN PLAFON PVC




1.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Kampus II UMC Watu Belah, Cirebon

2.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Perumahan Bale Kesambi, Cirebon

3.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Puskesmas Kubang Deleg, Kab Cirebon

4.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Puskesmas Gebang, Kab Cirebon

5.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Puskesmas Watu Belah, Kab Cirebon

6.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Puskesmas Plered, Kab Cirebon

7.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum  Puskesmas Kersana Pabedilan, Kab Cirebon

8.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Rumah Makan Jl. Ampera Cirebon

9.   Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Ruko Majalengka

10. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Grage Mall Cirebon

11. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Kinderfield Samadikun

12. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMPN 5 Cirebon

13. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Perum Graha Sudirman Indramayu

14. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Prawirakepolo Residence Indramayu

10. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Beberapa Rumah Tinggal

11. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMK Muhammadiyah Budi Tresna

12. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum AKAMIGAS Indramayu

13. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Puskesmas Kaliwulu

14. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Permata Regency Indramayu

15. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMPN 1 Tengah Tani

16. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Graha Estetika

17. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Perum Bima Permai

15. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMPN 3 Palimanan

16. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Villa Kecapi

17. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum DITPOLAIR Polda Jabar Cirebon

18. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Puskesmas Cilukrak

19. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Panjalu Medal Alum Sumedang

20. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Ruko Indramayu

21. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMK Veteran

22. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum BPR Beber

23. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Salon Clara Perum

24. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Kantor Pemadam Kebakaran Cikulak

25. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Perumahan Kayuwalang

26. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Rumas Dinas Pertamina

27. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Rumas Kost Bima

28. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMP 2 Cikulak

29. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Kantor PO. Sahabat

30. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Damai Motor Sumber

31. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Town House

32. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMAN Ciwaringin

33. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Perumahan Kayuwalang

34. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Kantor Kepala Desa Panongan -  Palimanan

35. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Kedawung Regency

36. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Perum Toya Regency

37. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Ruang kelas As Sunnah

38. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum SMK Musyawirin

39. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Graha Pitaloka

40. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Griya Pesona Kalijaga

41. Proyek Plafon Gypsum dan Lis Gypsum Ponpes Al Hikmah Bobos